PUISI CINTA ANAuntuk pencari sakinah

Bersama puisi menarik CINTA SEMUSIM

Laman Nurani XVI, Dataran Bitara

Sumbangan hebat Konsultan HBI. Ingin beri pandangan, sila hantar kepada Dr. HBI

Malaysia Alternative (Sastera) Cyber Library

Be Positive - SIKAP ANDA adalah ANDA.

~~~~~~~~~~~~~

Bila bunga-bunga cinta mula mekar di hati, itu adalah petanda hati itu hidup. Siramilah ia hingga subur. Mematikan perasaan itu seolah-olah membunuh satu nyawa yang baru menghela nafas. 

Tiada siapa dapat melarikan diri dari cinta. Datangnya bukan diundang, kadang-kadang muncul di sebalik pelangi bahagia, adakalanya bersama gerimis luka memanjang. Bersiap siagalah dengan sejuta ketabahan agar anda tidak jatuh ke dalam perangkap yang dalam sehingga anda tidak berdaya untuk bangun. 

~ ~ ~ ~ ~

KATAMU (Sajak berduet)

 

Katamu

aku daun rendang rebah ke bumi

melitupi muda perawan

dari panahan mentari, hujan petir, gelombang ribut

pedih sengketa taulan sepi

 

Katamu

aku warna rindu hilang di awan

membawa sakinah mutiara gemerlap

dalam jeling, dalam manja, tiada suara

aku berlari tanpa siapapun

mengintai nampak

 

Katamu

aku anak zaman hilang kemudi

baru bertemu di ujung usia setangkai mimpi

milik perawan di perselisihan musim

menangis rindu pada persahabatan

sebuah realiti

 

Katamu

aku milik dekad bulan mengambang

puas kau kejar dari mimpi ke mimpi

sedang aku meniti dari laman maya ke laman maya

akhirnya kau temui aku tergolek sunyi

di belakang kali

 

Katamu

bila kasih cinta telah berputik di hati

tiada siapa dapat menahan

walau di pucuk usia penuh pengalaman

atau untuk siapapun kasih itu dicurahkan

 

Katamu

aku sirna di ufuk rindumu

belum puas kau tatap, pedih pilu sudah menunggu

betapa perpisahan mengikat sejarah

sekadar untuk diabadikan

dalam diari perigi hidup

 

Katamu

cinta tidak menentukan masa untuk hadir

bila tiba terimalah sebagaimana adanya

itu anugerah Ilahi

itulah manis madu kehidupan

 

Katamu

aku sahabat lahir dari kelopak kasih

siang malam mengadu nasib pada Ilahi

mencari mahabbah di sepertiga malam

cahayapun menyerlah bersama rindu

- Anonymous, Terendak 12/1/06

 ~ ~ ~ ~ ~

 

 © Mohamed Hatta Abu Bakar, HMD